Breaking

Thursday, June 27, 2019

Batok Kelapa 'Disulap' jadi Cincin hingga Kalung Bernilai Tinggi

Kerajinan Batok Kelapa
Foto : Doc. Sayak
Memanfaatkan limbah untuk dijadikan komoditas bukan lagi menjadi hal yang mustahil.  Limbah yang bagi sebagian orang tak berharga bahkan bisa disulap menjadi produk yang laku dijual di pasaran.

Seperti Fadli Lidra (28) yang memanfaatkan limbah batok kelapa dijadikan ragam aksesoris mulai dari cincin hingga kalung. Limbah batok kelapa yang di daerahnya dibuang begitu saja diambli dan dibuatnnya naik kelas.

Dari bahan baku tersebut ia memilih nama Sayak yang berarti batok kelapa. Tak ada modal yang dirogoh Fadli memulai bisnis ini di 2015 lalu.

Batok kelapa begitu mudah ditemui di sekitar tempat tinggalnya, Payakumbuh Sumatera Barat. Setelah daging kelapa diolah menjadi santan untuk campuran masakan, batok kelapa dibuang dan kemudian dimanfaatkannya untuk menjadi aksesoris.

Fadli menceritakan proses pembuatan cincin hingga kalung dari batok kelapa. Batok kelapa yang tak lagi dipakai dibersihkan dan diampelas hingga halus.

Ia melayani pesanan sesuai permintaan pembeli atau custom. Lama pembuatannya juga tergantung dari kesulitan yang dikerjakan.

Pihaknya melayani pesanan cincin, kalung, gantungan kunci hingga tas baik dalam jumlah besar maupun eceran. Jika pesanan datang dalam jumlah besar, ia meminta bantuan teman-temannya untuk membuat kerajinan dari batok kelapa tersebut.

Harga produk yang dijual pun beragam. Misalnya saja untuk cincin polos mulai dari Rp. 25.000 hingga Rp. 900.000 untuk kalung bermotif tengkorang.

Cincin hingga kalung Sayak.co sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Fadli bahkan pernah memasarkan produknya langsung di Jakarta dan Bali. Produk tersebut ditawarkan langsung kepada para turis.

Setiap bulannya, ia bisa menjual ratusan cincin hingga kalung berbahan dasar batok kelapa. Omzet yang bisa ia kantongi paling besar mencapai Rp. 10 juta.

Bagi yang tertarik membeli produk Sayak.co bisa langsung memesannya lewat Instagram di www.instagram.com/sayak.co

Sumber : Detik.com

No comments:

Post a Comment