Breaking

Thursday, July 23, 2020

Kementerian Kopearsi Siapkan 5 langkah kebijakan atasi masalah UMKM di masa Pandemi

Kemenkop
Kementerian Koperasi UKM (Image by Kemenkop UKM)
Dunia Kini sedang menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. Di Indonesia, krisis tersebut berdampak besar terhadap pelaku usaha, yang 99 % adalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pemerintah akan memprioritaskan kebijakan bagi sektor UMKM dalam pembangunan ekonomi nasional. Untuk itu, pemerintah telah merumuskan 5 langkah kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan UMKM yang terpuruk di tengah pandemi.
UKM Kerajinan Tangan
UKM Kerajinan Tangan Tas

Kebijakan tersebut adalah :
  1. Mendorong 98 % pelaku usaha mikro dan ultra mikro untuk masuk  ke dalam kelompik miskin baru, agar mendapatkan bantuan sosial, Program bansos diperluas.
  2. Penundaan cicilan dan bunganya hingga 6 bulan, karena sebagian besar UMKM mengalami masalah keuangan. Pihaknya akan menyediakan pembiayaan dengan pajak yang disubsidi sehinga cashflow teratasi.
  3. Pembiayaan UMKM dan koperasi melalui Kredit Usaha Rakyat, masih ada Rp. 129 Triliun dari Rp. 190 Triliun KUR yang belum disalurkan.
  4. Mendorong agar belanja pemerintah diprioritaskan bagi produk UMKM. Menurutnya, Kemenkop UKM telah menjalin kerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), ada sekitar Rp. 735 Triliun anggaran belanja pemerintah di tahun 2020.
  5. UMKM harus berinovasi dan beradaptasi dengan market baru. Karena, menurut Teten, situasi seperti ini menuntut pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk melakukan inovasi dan adaptasi market baru. Ia mengakui, baru 13 % atau 8 juta pelaku UMKM yang terhubung ONLINE. sehingga diperlukan pendampingan, pelatihan digital marketing, serta kerja sama dengan sektor usaha besar.
Berharap UMKM bisa beradaptasi di era New Normal. 


8 comments:

  1. Semoga dengan 5 langkah dari kementrian koperasi ini, kita bisa mengurangi, atau menghapus virus Corona dari tanah air kita...

    ReplyDelete
  2. Menurut saya, kebijakan ini sangat bagus mengingat para pelaku usaha UMKM sangat terdampak sekali di masa pandemi ini, semoga segera terwujud...

    ReplyDelete
  3. Harus diperhatikan bener UMKM ini, mereka kalo boleh dibilang sebagai pendorong ekonomi dari dasarnya. Semoga produktivitas UMKM di indonesia bisa beradaptasi dengan baik

    ReplyDelete
  4. Sebenarnya agak gmana gitu pas baca 98% dimasukkan dalam golongan miskin baru. Tapi ya mau gimana lagi. Kondisi memang tak menguntungkan. Salfok juga sama gambar tas kerajinannya. Saya punya juga yang begitu, beli di Malioboro dulu, hehe.

    ReplyDelete
  5. Pelaku UMKM, memang harus mendapaatkan perhatian serius, apalagi di tengah covid. Pelaku UMKM harus beradaptasi oleh dunia digital agar bisa di semakin berkembang. Dan 5 langkah kebijakan ini, bisa jadi solusi untuk mensejahterakan

    ReplyDelete
  6. kalau menurut saya ya harus begitu min. Kan selama pandemi sulit. bahkan lebih sulit pandemi daripada krisis ekonomi 1998. Semangat terus min untuk ngeblognya :)

    ReplyDelete
  7. Bener banget.. Sangat terasa dampak pandemi ini dalam berbagai bidang.. Salah satunya pelaku usaha UMKM. Semoga beneran bisa beradaptasi dengan keadaan apapun dan ekonomi indonesia kembali membaik

    ReplyDelete
  8. Memang pandemi ini sangat berdampak pada pelaku usaha mikro. Semoga dengan kebijakan yang diterapkan tersebut dapat membantu usaha-usaha tersebut agar tidak gulung tikar.

    ReplyDelete

Buletin Ads

loading...